• Senin, 15 Agustus 2022

Agar Bisa Beri Pelayanan Kesehatan Optimal, Pemerintah Diusulkan Bangun Rumah Sakit di Madinah

- Jumat, 24 Juni 2022 | 16:48 WIB
Jasa layanan dorong kursi roda untuk jamaah haji yang membutuhkan layanan di Masjidil Haram, Mekkah.  (ANTARA/HO-MCH2022)
Jasa layanan dorong kursi roda untuk jamaah haji yang membutuhkan layanan di Masjidil Haram, Mekkah. (ANTARA/HO-MCH2022)

ALONESIA.COM - Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi jamaah haji dan murah dari Indonesia, pemerintah diharapkan bisa bangun rumah sakit di Madinah, Arab Saudi.

Demikian yang disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis.

Menurut Iskan, pembangunan rumah sakit tersebut diperlukan karena standar dosis obat di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia.

"Kami ingin ke depan supaya kita boleh membuka rumah sakit, cita-cita kita. Itu di seluruh dunia boleh saja karena obat standar Arab berbeda dengan kita. Tabletnya gede-gede, kita kecil-kecil. Dosisnya juga beda, makanan beda. Jadi, kami upayakan nanti punya rumah sakit sendiri supaya jamaah bisa tertangani secara optimal," katanya.

Baca Juga: Gandeng Korea Selatan, Indonesia akan Bangun Pusat Data Nasional (PDN) di Batam Senilai Rp2,3 Triliun

Berdasarkan pengalamannya mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah, pelayanan kesehatan di sana setara dengan pelayanan pada rumah sakit tipe C di Indonesia. Selain itu, tambah dia, Pemerintah Arab Saudi pun akan mengizinkan jika Pemerintah Indonesia hendak membangun fasilitas rumah sakit di sana.

"Putra Mahkota (Pangeran Mohammed bin Salman) sangat terbuka. Dia melihat standar pelayanan di Amerika bagaimana, di Emirat bagaimana. Saya rasa, ke depan, sangat mungkin kita buat rumah sakit, apalagi kita punya rumah sakit luar biasa. Di satu provinsi (di Indonesia), ada 20 rumah sakit. Artinya, kita bukan 'kaleng-kaleng' di bidang rumah sakit ini," jelasnya.

Tidak hanya membangun rumah sakit, dia juga berharap Pemerintah Indonesia dapat membangun hotel di Arab Saudi bagi jamaah calon haji Indonesia. Cita-cita itu dapat diwujudkan karena dana haji Indonesia sudah terkelola dengan baik di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Apa salahnya kita punya hotel di Arab Saudi, penginapan. Ke depan, itu sangat mungkin karena di Arab Saudi sekarang itu boleh orang punya tanah 99 tahun, itu sama dengan Singapura," katanya.

Halaman:

Editor: Eep Khunaefi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X