• Selasa, 6 Desember 2022

Kenali Lebih Dini Gejala, Penyebab dan Penanganan 'Panic Attack' atau Serangan Panik

- Minggu, 4 September 2022 | 06:30 WIB
Panik Attack. (Pexels)
Panik Attack. (Pexels)

ALONESIA.COM - Serangan panik atau panic attack adalah kemunculan rasa takut atau gelisah yang berlebihan secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa menit hingga setengah jam.

Serangan panik ditandai dengan detak jantung yang bertambah cepat, napas pendek, pusing, tegang otot, atau gemetar. Kondisi ini bisa terjadi kapan pun, baik saat sedang beraktivitas maupun ketika beristirahat.

Serangan panik terjadi sesekali dan biasanya hilang dengan sendirinya bila situasi yang memicunya berakhir. Namun, serangan panik juga dapat terjadi secara berulang dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah gangguan panik.

Baca Juga: Netizen Protes Putri Candrawathi Tak Ditahan, Komnas Perempuan: 'Ia Merasa Lebih Baik Mati'

Serangan panik muncul saat tubuh mempersiapkan respons untuk melawan atau menghindar meski tidak ada situasi yang genting atau berbahaya. Seseorang bahkan dapat mengalami kondisi ini dalam situasi yang tidak terduga, misalnya ketika sedang menonton televisi atau tertidur.

Ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, di antaranya:

Baca Juga: Sering Terlihat Bersama, Livy Renata Ternyata Sudah Lama Menyukai Verrell Bramasta

  1. Stres berkelanjutan, yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak zat kimia pemicu stres, seperti adrenalin.
  2. Trauma atau pengalaman yang membuat diri sangat tertekan.
  3. Pengendalian amarah yang buruk sehingga lebih rentan mengalami stres.
  4. Perubahan suasana secara tiba-tiba maupun mengalami sensory overload, misalnya masuk ke lingkungan yang ramai dan penuh sesak.
  5. Masalah kehidupan, misalnya perceraian atau masalah keuangan.
  6. Faktor genetik atau riwayat serangan panik dalam keluarga.
  7. Perubahan tertentu pada fungsi di beberapa bagian otak.
  8. Konsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan teh, secara berlebihan.
  9. Aktivitas fisik yang terlalu berat.

Baca Juga: Buntut Kasus Pembunuhan Brigdir J: Dipecat dalam Sidang Etik Kompol Baiquni Ajukan Banding

Gejala serangan panik

Halaman:

Editor: Imam Tamaim

Sumber: Hallodoc.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gak Cuma Wajah, Ini Dia Tips Rambut Glowing di Rumah

Senin, 5 Desember 2022 | 11:27 WIB
X