• Minggu, 3 Juli 2022

Dunia Resah karena Pandemi, Jokowi: G20 Harus Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi Global yang Inklusif

- Kamis, 20 Januari 2022 | 23:14 WIB
Presiden Jokowi saat berdialog dengan Klaus Schwab pada World Economic Forum, Kamis (20/01/2022), secara virtual, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jabar. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Presiden Jokowi saat berdialog dengan Klaus Schwab pada World Economic Forum, Kamis (20/01/2022), secara virtual, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jabar. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

ALONESIA.COM - Sebagian besar responden (84,2%) dalam Global Risk Report 2022 World Economic Forum (WEF) merasa khawatir dan resah terhadap keadaan dunia yang tengah dilanda pandemi dan penuh ketidakpastian saat ini.

Menurut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), keresahan tersebut harus dijawab dengan aksi nyata. Momentum Presidensi G20 Indonesia harus menjadi katalis pemulihan ekonomi global.

Hal itu disampaikan oleh Jokowi saat berdialog dengan Ketua Eksekutif WEF Klaus Schwab, Kamis (20/01/2022) secara virtual, dalam acara yang bertajuk World Economic Forum: State of the World Address.

Baca juga: Dorong Kemudahan Akses Permodalan, Jokowi: UMKM Komponen Penting Pemulihan Ekonomi

“Kecemasan ini harus kita jawab dengan aksi-aksi yang nyata," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, Indonesia berusaha agar Presidensi G20 tahun 2022 ini bisa menjadi bagian penting untuk menjawab keresahan tersebut dengan menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global yang inklusif.

Presidensi G20 Indonesia mengusung tema Recover Together, Recover Stronger.

Dalam kesempatan itu pula Jokowi menyatakan, sebagai Presidensi G20 Indonesia akan mengedepankan kemitraan dan inklusivitas serta menyediakan platform terobosan dalam upaya transformasi di berbagai bidang.

Presidensi G20 Indonesia harus memberikan dampak konkret bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Manfaatnya juga harus dirasakan bagi masyarakat luas," kata Jokowi.

Halaman:

Editor: Eep Khunaefi

Sumber: Setkab

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X