• Senin, 15 Agustus 2022

Setelah 80 tahun, Mahakarya 'A Child of Our Time' ini Akhirnya Dipagelarkan di Indonesia

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:01 WIB
Mahakarya ini Akhirnya Dipagelarkan di Indonesia, Usai 80 tahun (Ananda Sukarlan)
Mahakarya ini Akhirnya Dipagelarkan di Indonesia, Usai 80 tahun (Ananda Sukarlan)


ALONESIA.COM - Sudah 80 tahun berlalu sejak mahakarya musik "A Child of Our Time" karya salah satu komponis Inggris terbesar, Sir Michael Tippett (1905-1998) diperdanakan.

Karya 'A Child of Our Time' ini sudah berkumandang selama ini di seluruh belahan dunia (termasuk di benua Afrika), dan baru tahun ini publik Indonesia akan bisa menyaksikannya secara LIVE di Candi Borobudur dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20 (G20 Culture Ministers’ Meeting) dipimpin oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), September tahun ini.

"A Child of Our Time" adalah sebuah oratorio yang bukan hanya indah tapi juga membawa pesan solidaritas.

Baca Juga: Ananda Sukarlan Ajak Rayakan Hari Perbedaan Budaya Sedunia

Selain itu, karya ini mencerminkan aliran pasifis sang komponis dan, dengan menyoroti sisi gelap dan terang dari sifat manusia, mencerminkan minat sang komponis pada psikoanalisa Jung.

Tippett sendiri menyatakan bahwa karya ini benar-benar non-politis, hanya menyuarakan situasi krisis ekonomi dan dampaknya terhadap rakyat jelata dan mereka yang tertindas.

Teksnya ditulis oleh sang komponis sendiri, tapi sangat terinspirasi oleh (dan menurut saya, masih sangat terpengaruh dengan gaya penulisan) puisi-puisi Wilfred Owen, penyair di Perang Dunia I yang dikagumi Tippett.

Baca Juga: Kompetisi Piano Telah Usai, Ananda Sukarlan Umumkan 25 Pianis Indonesia di Garda Depan Dunia NFT

Tippett memulai menulis oratorio ini pada 3 September 1939 – hari ketika Inggris menyatakan perang terhadap Jerman.

Sebagai seorang pasifis, karyanya adalah tanggapan terhadap fasisme dan konflik di Eropa saat itu. Resesi ekonomi pada tahun 1930-an mempertajam perpecahan tentang kedua ekstrim orientasi politik.

Halaman:

Editor: Ilman Nafian

Sumber: Opini Tokoh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini 25 Link Twibbon Keren Hari Pramuka 14 Agustus 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:38 WIB

5 Rekomendasi Lomba 17 Agustus, Dijamin Bikin Ngakak

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:00 WIB
X